Menengok Geliat Wisata Bahari di Gili Balu

Pulau Sumbawa memiliki potensi wisata alam yang indah. Tidak hanya daratan di lintas Tambora, juga wisata bahari di pulau-pulau kecilnya. Seperti Gili Balu di Poto Tano, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, yang punya delapan pulau kecil nan elok yang sayang jika tidak sempat ditengok.
Begitu kapal motor menyentuh bibir pantai Kenawa, Senin (17/7/2023) sekitar pukul 08.00 Wita, wisatawan yang sudah tak sabar melompat turun.Perjalanan sekitar 30 menit dari Dermaga Kenawa di Poto Tano seperti tak mampu membuat mereka kecapekan. Buktinya, begitu tiba di pantai, alih-alih beristirahat sejenak, mereka memilih melanjutkan aktivitas di Kenawa.

Mereka tidak langsung menikmati pesisir pantai atau menyelam permukaan (snorkeling), tetapi ke puncak Kenawa.

Puncak Kenawa adalah sebuah bukit di ujung barat pulau seluas 13 hektar itu. Untuk mencapai bukit, perlu berjalan kaki melewati jalan tanah sepanjang sekitar 100 meter di antara padang savana.

Baca juga: Mantan Pengebom Ikan yang Kini Menyelamatkan Karang

Keindahan lanskap Pulau Kenawa dari puncak Bukit Kenawa di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Gili Balu.
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA

Keindahan lanskap Pulau Kenawa dari puncak Bukit Kenawa di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Gili Balu.

Namun, 100 meter itu bisa tidak sebentar dilewati. Apalagi godaan untuk mengabadikan setiap momen. Wisatawan yang datang pagi itu, berkali-kali berhenti untuk mengeluarkan ponsel dan mengambil gambar. Latar belakangnya bisa padang rumput atau jalan tanah yang ujungnya di kaki bukit.

Setelah puas, baru mereka melanjutkan perjalanan menuju kaki bukit. Dari sana butuh mendaki kurang dari sepuluh menit untuk mencapai puncak bukit setinggi 80 meter di atas permukaan laut itu.

Begitu sampai di atas, suguhan yang tersaji mampu membuat siapa pun terpana. ”Tumben ke sini. Seperti kepingan surga di dunia. Cantik sekali. Rasanya terbayar perjalanan darat ke Kayangan, lalu naik feri ke Poto Tano yang sempat digoyang ombak dan lanjut kapal ke Kenawa,” kata Imam Berlian (28), wisatawan asal Jakarta.

Kenawa dikelilingi pantai pasir putih, tempat sekumpulan wisatawan lain tampak berjalan kaki. Ombak kecil dari air laut biru kehijauan yang tenang, sesekali menyapu pasih putih yang lembut itu.

Kegiatan <i>snorkeling</i> di Pulau Kenawa di kawasan Gili Balu.
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA

Kegiatan snorkeling di Pulau Kenawa di kawasan Gili Balu.

Di beberapa titik di area pesisir Kenawa tumbuh rimbun bakau. Bakau tersebut tak hanya menjaga pantai dari abrasi, tetapi juga memberi kesan rindang dan segar saat mata memandang.

Dari puncak Kenawa, kita juga bisa melihat lalu lalang feri dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur ataupun sebaliknya. Juga kapal-kapal nelayan atau pengangkut wisatawan menuju pulau-pulau kecil di kawasan Gili Balu.

Jika menengok ke arah barat, Gunung Rinjani di Lombok juga tampak gagah. Jika sanggup menunggu hingga sore, puncak Kenawa menjadi salah satu lokasi menikmati suasana matahari terbenam. Apalagi telah disediakan sunset point di sisi barat bukit.

Namun, jika tak sanggup menunggu, kembali ke pesisir untuk snorkeling juga adalah pilihan yang tepat. Kenawa menjadi salah satu tempat snorkeling terbaik karena karang yang terjaga sehingga berbagai jenis ikan berwarna-warni, termasuk nemo, bisa ditemui.